HEMOSTASIS

url

Hemostasis adalah mekanisme tubuh untuk menghentikan perdarahan secara spontan. Terdapat beberapa komponen yang berperan dalam hemostasis yaitu :

  1. Sistem vaskuler
  2. Trombosit
  3. Kaskade faktor koagulasi
  4. Inhibitor koagulasi
  5. Fibrinolisis

Sistem vaskuler

Sistem vaskuler dalam mencegah perdarahan meliputi proses konstraksi pembuluh darah (vasokonstraksi) serta aktivasi trombosit dan pembekuan darah. Segera setelah pembuluh darah terpotong atau robek, dinding pembuluh berkontraksi, hal ini dengan segera akan mengurangi aliran darah dari pembuluh yang robek. Kontraksi diakibatkan oleh reflek saraf diduga diawali oleh implus rasa sakit yang berasal dari pembuluh darah yang mengalami trauma atau dari jaringan yang berdekatan. Akan tetapi, sebagian besar spesme mungkin akibat dari kontraksi miogenik lokal pembuluh darah. Kontraksi ini dimulai oleh kerusakan langsung pada dinding vaskuler yang di duga menyebabkan penghantaran potensial aksi sepanjang bebrapa sentimeter pada dinding pembuluh darah dan mengakibatkan kontraksi pembuluh darah. Semakin banyak pembuluh yang mengalami trauma, maka semakin besar derajat spesmenya. Hal ini berarti bahwa pembuluh darah yang terpotong secara tajam biasanya lebih banyak mengeluarkan darah dari pada pecahnya pembuluh darah karena pukulan. Spesme vaskuler lokal ini berakhir selama 20 menit sampai setengah jam. Pada pembuluh darah kecil hal ini mungkin dapat menghentikan perdarahan, sedangkan pada pembuluh darah besar masih diperlukan sistem lain seperti trombosit dan pembekuan darah.

Pembuluh darah dilapisi oleh sel endotel. Apabila lapisan endotel rusak maka jaringan ikat dibawah endotel seperti serat kolagen, serat elastin dan membrana basalis terbuka sehingga terjadi aktivasi trombosit yang menyebabkan adesi trombosit dan pembentukan sumbat trombosit. Disamping itu terjadi aktivasi faktor pembekuan darah baik jalur intrinsik maupun jalur ekstrinsik yang menyebabkan pembentukan fibrin.

Trombosit

Peristiwa kedua pada hemostasis adalah percobaan trombosit untuk menyumbat koyakan pada pembuluh. Trombosit merupakan komponen sistem hemostasis yang amat penting dan kompleks. Trombosit adalah  lempeng bulat atau oval yang kecil, garis tengahnya sekitar 2 mikron. Trombosit merupakan fragmen megakariosit, yang merupakan sel yang sangat besar sekali dari seri hemopoeisis yang dibentuk dalam sumsum tulang. Konsentrasi normal trombosit dalam darah antara 200.000 – 400.000 /mm3.

Pada membran sel trombosit terdapat lapisan glikoprotein yang menyebabkan trombosit bisa melekat pada pembuluh darah yang luka, terutama pada sel endotel yang rusak dan jaringan kolagen yang terbuka. Trombosit juga mengandung fosfolipid yang dapat mengaktifkan salah satu sistem pembekuan darah yang disebut sistem intrinsik.

Pada membran trombosit terdapat enzim adenilat siklase yang bila diaktifkan dapat menyebabkan pembentukan AMP siklik yang menggiatkan aktifitas dalam trombosit. Jadi trombosit merupakan struktur yang sangat aktif, waktu paruhnya 8-12 hari setelah itu mati. Trombosit kemudian diambil dari sirkulasi, terutama oleh makrofag jaringan. Lebih dari separuh trombosit diambil oleh makrofag pada waktu darah melewati kisi trabekula yang tepat.

Trombosit mempunyai peran penting dalam hemostasis yaitu pembentukan dan stabilisasi sumbat trombosit. Pembentukan sumbat trombosit terjadi melalui beberapa tahap yaitu adesi trombosit, agregasi trombosit, dan reaksi pelepasan. Apabila pembuluh darah luka, maka sel endotel akan rusak sehingga jaringan ikat dibawah endotel akan terbuka. Hal ini akan mencetuskan adesi trombosit yaitu suatu proses dimana trombosit melekat pada permukaan asing terutama serat kolagen. Adesi trombosit sangat tergantung pada protein plasma yang disebut faktor von willebrand’s (vWF) yang disintesis oleh sel endotel dan mengakariosit. Faktor ini berfungsi sebagai jembatan antara trombosit dan jatingan subendotel. Di samping melekat pada permukaan asing, trombosit akan melekat pada trombosit lain dan proses ini disebut dengan agregasi trombosit. Agregasi trombosit mula mula dicetuskan oleh ADP yang dikeluarkan oleh trombosit yang melekat pada serat subendotel. Agregasi yang terbentuk disebut agregasi trombosit primer dan bersifat reversible. Trombosit pada agregasi primer akan mengeluarkan ADP sehingga terjadi agregasi trombosit sekunder yang bersifat irreversible. Disamping ADP, untuk agregasi trombosit diperlukan ion kalsium dan fibrinogen. Agregasi trombosit terjadi karena adanya pembentukan ikatan fibrinogen yang melekat pada dinding trombosit dengan perantara ion kalsium. Mula-mula ADP akan teikat pada reseptornya dipermukaan trombosit dan interaksi ini menyebabkan reseptor untuk fribinogen terbuka sehingga memungkinkan ikatan antara fibrinogen degan reseptor tersebut. Kemudian ion kalsium akan menghubungkan fibrinogen tersebut sehingga terjadi agregasi trombosit.

Selama proses agregasi, terjadi perubahan bentuk trombosit dari bentuk cakram menjadi bulat disertai dengan pembentukan pseudopodi. Akibat perubahan bentuk ini maka granula trombosit akan terkumpul di tengah dan akhirnya akan melepaskan isinya. Proses ini disebut sebagai reaksi pelepasan. Masa agregasi trombosit akan melekat pada endotel, sehingga terbentuk sumbat trombosit yang dapat  menutup luka pada pebuluh darah. Walaupun masih permeable terhadap cairan, sumbat trombosit mungkin dapat menghentikan perdarahan pada pembuluh darah kecil.

Kaskade faktor koagulasi

Peristiwa ketiga pada hemostasis adalah pembentukan bekuan darah. Bekuan mulai timbul dalam 15-20 detik bila trauma dinding vaskuler berat dan dalam satu sampai dua menit bila traumanya ringan. Zat aktivator yang berasal dari dinding vaskuler yang mengalami trauma dan dari trombosit dan protein-protein darah yang melekat pada kolagen dinding vaskuler yang mengalami trauma mengawali proses pembekuan.

Dalam tiga atau enam menit setelah robeknya pembuluh, seluruh ujung pembuluh yang terpotong atau yang patah diisi dengan bekuan. Setelah 30 menit sampai satu jam, bekuan mengalami retraksi, hal ini menutup pembuluh lebih lanjut. Trombosit memegang pranan penting pada retraksi bekuan ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s